1. Pendahuluan [kembali]
Di era teknologi modern, pengembangan sistem otomatisasi pada fasilitas publik—seperti toilet—menjadi krusial demi meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pengguna. Penelitian dalam tugas besar ini berfokus pada perancangan serta simulasi sistem toilet otomatis berbasis multisensor menggunakan perangkat lunak Proteus. Sistem ini mengintegrasikan berbagai jenis sensor, antara lain sensor jarak untuk mendeteksi keberadaan pengguna, sensor PIR untuk mendeteksi pergerakan, serta sensor suhu guna menjaga stabilitas kenyamanan ruang. Selain itu, diterapkan pula sensor gas untuk aspek keamanan, sound sensor untuk memantau tingkat kebisingan, dan touch sensor sebagai media interaksi manual pengguna. Integrasi seluruh sensor ini memungkinan sistem kendali otomatisasi bekerja secara menyeluruh, mulai dari mekanisme buka-tutup pintu, pengaturan intensitas penerangan, hingga manajemen ventilasi dan sanitasi. Melalui simulasi ini, dieksplorasi tidak hanya kapabilitas teknis integrasi sensor, tetapi juga solusi inovatif dalam meningkatkan standar kesehatan, kenyamanan, dan tata kelola fasilitas publik masa kini.
2. Tujuan [kembali]
- Dapat
memahami penggunaan beberapa macam sensor
- Dapat
mensimulasikan rangkaian bebrapa macam sensor
- Memenuhi
Tugas Besar mata kuliah Elektronika
3. Alat dan Bahan [kembali]
4. Dasar Alat
1. DC Voltmeter
DC Voltmeter
merupakan alat yang digunakan untuk mengukur besar tengangan pada suatu
komponen. Cara pemakaiannya adalah dengan memparalelkan kaki Voltmeter dengan
komponen yang akan diuji tegangannya.
spesifikasi dan keterangan probe DC Voltmeter
Generator
1. Power
Berfungsi untuk memberikan tegangan
sumber pada rangkaian
Input voltage: 5V-12V
Output voltage: 5V
Output Current: MAX 3A
Output power:15W
conversion efficiency: 96%
2. Baterai
Spesifikasi
- Input
voltage: ac 100~240v / dc 10~30v
- Output
voltage: dc 1~35v
- Max.
Input current: dc 14a
- Charging
current: 0.1~10a
- Discharging
current: 0.1~1.0a
- Balance
current: 1.5a/cell max
- Max.
Discharging power: 15w
- Max.
Charging power: ac 100w / dc 250w
- Jenis
batre yg didukung: life, lilon, lipo 1~6s, lihv 1-6s, pb 1-12s, nimh, cd
1-16s
- Ukuran:
126x115x49mm
- Berat:
460gr
Bahan
1. Resistor
Resistor merupakan komponen elektronika
yang berguna untuk menghambat aliran arus listrik sehingga tidak terjadi short
circuit. mempunyai resistansi yang berbeda beda sesuai kebutuhan.
Spesifikasi
2. Dioda
Diode (diode) adalah komponen elektronika
aktif yang terbuat dari bahan semikonduktor dan mempunyai fungsi untuk
menghantarkan arus listrik ke satu arah tetapi menghambat arus listrik dari
arah sebaliknya.
3. Transistor NPN
Sederhananya, transistor NPN merupakan
komponen elektronika yang terdiri dari dua semikonduktor tipe-n yang mengapit
semikonduktor. Ketika sinyal kecil diberikan pada lapisan basis transistor,
maka transistor NPN akan mengalirkan arus listrik dari lapisan kolektor ke
lapisan emitor. Arus listrik yang mengalir melalui transistor dapat
dikendalikan oleh sinyal kecil yang diberikan pada lapisan basis.
Konfigurasi Pin:
Spesifikasi :
4. Operational amplifer
Operational Amplifier atau yang lebih sering disebut op amp
merupakan suatu komponen elektronika analog yang berfungsi sebagai penguat atau
amplifier multiguna yang diwujudkan dalam sebuah IC op-amp.
Karakteristik IC OpAmp
• Penguatan Tegangan Open-loop atau Av = ∞ (tak terhingga)
• Tegangan Offset Keluaran (Output Offset Voltage) atau Voo
= 0 (nol)
• Impedansi Masukan (Input Impedance) atau Zin= ∞ (tak
terhingga)
• Impedansi Output (Output Impedance ) atau Zout = 0 (nol)
• Lebar Pita (Bandwidth) atau BW = ∞ (tak terhingga)
• Karakteristik tidak berubah dengan suhu
Konfigurasi Pin:
Spesifikasi :
4. Potensiometer
Potensiometer adalah sebuah alat elektronik yang digunakan
untuk mengukur dan mengontrol tegangan listrik dalam suatu rangkaian.
Potensiometer sering digunakan sebagai pengatur volume pada perangkat audio,
pengatur kecerahan lampu, dan dalam berbagai aplikasi lain yang memerlukan
kontrol variabel terhadap tegangan atau arus listrik.
Spesifikasi :
- Komponen
Input
1) Sensor MQ2
Sensor MQ2 adalah sensor gas yang sensitif terhadap berberpa
zat yang berbahaya seperti gas LPG, propana, metana, karbon monoksida, alkohol,
dan asap mulai dari 200 dan 10.000 ppm. MQ2 dikenal sebagai chemiresistor
karena pendeteksinya bergantung pada perubahan resistansi penginderaan bahan
saat terkena gas.
Konfigurasi Pin:
Spesifikasi :
Grafik respon MQ2 sensor:
2) Sensor PIR
Sensor PIR (Passive Infra Red) adalah sensor yang digunakan
untuk mendeteksi adanya pancaran sinar infra merah. Sensor PIR bersifat pasif,
artinya sensor ini tidak memancarkan sinar infra merah tetapi hanya menerima
radiasi sinar infra merah dari luar.
Konfigurasi Pin:
Spesifikasi:
Grafik respon sensor PIR:
3. Touch Sensor
Touchpad bekerja dengan cara mendeteksi sentuhan jari-jari
manusia melalui sensor capacitance yang terletak pada permukaan dan memanjang
membentuk sumbu vertikal dan horizontal. Touchpad tidak dapat mendeteksi
sentuhan benda lainnya selain jari manusia karena posisi sentuhan ditentukan
melalui kombinasi cara kerja antara sensor capacitance sumbu vertikal dan
horizontal.
Konfigurasi pin :
Spesifikasi
Grafik Respon Sensor Touch
Dapat dilihat bahwa pada grafik di atas saat sentuhan
terdeteksi maka signal touch akan muncul.
4. Sensor Suara
Sensor suara adalah sebuah alat yang mampu mengubah
gelombang Sinusioda suara menjadi gelombang sinus energi listrik (Alternating
Sinusioda Electric Current). Sensor suara bekerja berdasarkan besar kecilnya
kekuatan gelombang suara yang mengenai membran sensor yang menyebabkan
bergeraknya membran sensor yang juga terdapat sebuah kumparan kecil di balik
membran tersebut naik dan turun. Kecepatan gerak kumparan tersebut menentukan
kuat lemahnya gelombang listrik yang dihasilkannya.
Grafik respon sound detector
- Jejak
hijau tua adalah output audio dari detektor suara. Tegangan audio langsung
dari mikrofon ditemukan pada output ini.
- Jejak
hijau muda adalah keluaran amplop. Tegangan analog ini melacak amplitudo
suara. Yang menarik, perhatikan bahwa denyut nadi ketiga terasa lebih
keras saat berjalan.
- Akhirnya,
garis merah adalah output gerbang. Output ini rendah ketika kondisi tenang
dan menjadi tinggi ketika suara terdeteksi.
5. Sensor Suhu LM35
Sensor LM35 bekerja dengan mengubah besaran suhu menjadi
besaran tegangan. Tegangan ideal yang keluar dari LM35 mempunyai perbandingan
100°C setara dengan 1 volt.
Konfigurasi Pin:
Spesifikasi :
Berikut hubungan resistansi dengan kenaikan suhu pada sensor
LM35:
6. Sensor Jarak
GP2D12 merupakan salah satu sensor jarak dengan keluaran
tegangan analog. Jarak yang bisa dideteksi GP2D12 mulai dari 8cm sampai
80cm, sedangkan tegangan yang dikeluarkan adalah mulai dari 2,6 Vdc dan
terus turun sampai sekitar 0,5 Vdc, sehingga jarak berbanding terbalik dengan
tegangan, jadi tegangan akan semakin tinggi pada saat jarak semakin
dekat.
Konfigurasi Pin:
Spesifikasi:
Grafik Respon
- Komponen
Output
1).LED
Light Emitting Diode atau yang sering disingkat LED
merupakan sebuah komponen elektromagnetik yang dapat memancarkan cahaya
monokromatik melalui tegangan maju. LED terbuat dari bahan semi konduktor yang
merupakan keluarga dioda.
Klasifikasi tegangan LED menurut warna
yang dihasilkan:
- Infra
merah : 1,6 V.
- Merah
: 1,8 V – 2,1 V.
- Oranye
: 2,2 V.
- Kuning
: 2,4 V.
- Hijau
: 2,6 V.
- Biru
: 3,0 V – 3,5 V.
- Putih
: 3,0 – 3,6 V.
- Ultraviolet
: 3,5 V.
Pin Out:
2).Relay
Relay merupakan komponen elektronika berupa saklar atau
swirch elektrik yang dioperasikan secara listrik dan terdiri dari 2 bagian
utama yaitu Elektromagnet (coil) dan mekanikal (seperangkat kontak
Saklar/Switch).
Spesifikasi
Konfigurasi Pin:
3).Motor DC
Motor Listrik DC atau DC Motor adalah suatu perangkat yang
mengubah energi listrik menjadi energi kinetik atau gerakan (motion).
Spesifikasi :
- Built-in
gearbox
- Vsuplai
: Dc 12V
- Arus
: 2 A
- Speed
: 400 rpm
- Torsi
: 6.5 Kg.cm
- Ratio
gear : 1:21
- Dimensi
body : panjang 5 cm x diameter 2,5 cm
- Dimensi
shaft : panjang 1 cm x diameter 4 mm
- Berat
: 0,2 Kg
Pinout
Grafik respon
4). Logic Gates
Gerbang Logika (Logic Gates) adalah sebuah entitas untuk
melakukan pengolahan input-input yang berupa bilangan biner (hanya terdapat 2
kode bilangan biner yaitu, angka 1 dan 0) dengan menggunakan Teori Matematika
Boolean sehingga dihasilkan sebuah sinyal output yang dapat digunakan untuk
proses berikutnya.
Pinout
4.Teori [kembali]
- Resistor
Simbol :
Resistor adalah komponen Elektronika Pasif yang memiliki
nilai resistansi atau hambatan tertentu yang berfungsi untuk membatasi dan
mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika (V=I R).
Jenis Resistor yang digunakan disini adalah Fixed
Resistor, dimana merupakan resistor dengan nilai tetap terdiri dari film
tipis karbon yang diendapkan subtrat isolator kemudian dipotong berbentuk
spiral. Keuntungan jenis fixed resistor ini dapat menghasilkan resistor dengan
toleransi yang lebih rendah.
Cara menghitung nilai resistor:
Tabel warna
Contoh :
Gelang ke 1: Coklat = 1
Gelang ke 2: Hitam = 0
Gelang ke 3: Hijau = 5 nol dibelakang angka
gelang ke-2; atau kalikan 105
Gelang ke : Perak = Toleransi 10%
Maka nilai resistor tersebut adalah 10 * 105 = 1.000.000 Ohm
atau 1 MOhm dengan toleransi 10%.
- Dioda
Dioda adalah komponen yang terbuat dari bahan semikonduktor
dan mempunyai fungsi untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah tetapi
menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Sebuah Dioda dibuat dengan
menggabungkan dua bahan semi-konduktor tipe-P dan semi-konduktor tipe-N. Ketika
dua bahan ini digabungkan, terbentuk lapisan kecil lain di antaranya yang
disebut depletion layer. Ini karena lapisan tipe-P memiliki hole berlebih dan
lapisan tipe-N memiliki elektron berlebih dan keduanya mencoba berdifusi satu
sama lain membentuk penghambat resistansi tinggi antara kedua bahan seperti
pada gambar di bawah ini. Lapisan penyumbatan ini disebut depletion layer.
Ketika tegangan positif diterapkan ke Anoda dan tegangan
negatif diterapkan ke Katoda, dioda dikatakan dalam kondisi bias maju. Selama
keadaan ini tegangan positif akan memompa lebih banyak hole ke daerah tipe-P
dan tegangan negatif akan memompa lebih banyak elektron ke daerah tipe-N yang
menyebabkan depletion layer hilang sehingga arus mengalir dari Anoda ke Katoda.
Tegangan minimum yang diperlukan untuk membuat dioda bias maju disebut forward
breakdown voltage.
Jika tegangan negatif diterapkan ke anoda dan tegangan
positif diterapkan ke katoda, dioda dikatakan dalam kondisi bias terbalik.
Selama keadaan ini tegangan negatif akan memompa lebih banyak elektron ke
material tipe-P dan material tipe-N akan mendapatkan lebih banyak hole dari
tegangan positif yang membuat depletion layer lebih besar dan dengan demikian
tidak memungkinkan arus mengalir melaluinya. Kondisi ini hanya terjadi pada
dioda yang ideal, kenyataannya arus yang kecil tetap dapat mengalir pada bias terbalik
dioda.
Dioda dapat dibagi menjadi beberapa jenis:
1. Dioda Penyearah (Dioda Biasa atau Dioda Bridge) yang
berfungsi sebagai penyearah arus AC ke arus DC.
2. Dioda Zener yang berfungsi sebagai pengaman rangkaian dan
juga sebagai penstabil tegangan.
3. Dioda LED yang berfungsi sebagai lampu Indikator ataupun
lampu penerangan.
4. Dioda Photo yang berfungsi sebagai sensor cahaya.
5. Dioda Schottky yang berfungsi sebagai Pengendali.
Untuk menentukan arus zenner berlaku persamaan:
Keterangan:
Pada grafik terlihat bahwa pada tegangan dibawah ambang
batas tegangan mundur (reverse) sebuah dioda akan tembus (menghantar) dan tidak
bisa menahan lagi. Batas ini disebut dengan area tegangan breakdown dioda.
Kondisi dioda pada area ini adalah tembus atau menghantar dan tidak menghambat.
Kemudian pada level tegangan diantara tegangan breakdown dan tegangan forward
terdapat area tegangan reverse dan tegangan cut off. Pada area ini kondisi
dioda adalah menahan atau tidak mengalirkan arus listrik.
Transistor
Transistor adalah sebuah komponen di dalam elektronika yang
diciptakan dari bahan-bahan semikonduktor dan memiliki tiga buah kaki.
Masing-masing kaki disebut sebagai basis, kolektor, dan emitor.
1. Emitor (E) memiliki fungsi untuk menghasilkan elektron
atau muatan negatif.
2. Kolektor (C) berperan sebagai saluran bagi muatan negatif
untuk keluar dari dalam transistor.
3. Basis (B) berguna untuk mengatur arah gerak muatan
negatif yang keluar dari transistor melalui kolektor.
Berfungsi sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan
penyambung arus (switching), stabilisasi tegangan, dan modulasi
sinyal. Selain itu, transistor biasanya juga dapat digunakan sebagai
saklar dalam rangkaian elektronika. Jika ada arus yang cukup besar di kaki
basis, transistor akan mencapai titik jenuh. Pada titik jenuh ini transistor
mengalirkan arus secara maksimum dari kolektor ke emitor sehingga transistor
seolah-olah short pada hubungan kolektor-emitor. Jika arus base sangat kecil
maka kolektor dan emitor bagaikan saklar yang terbuka. Pada kondisi ini
transistor dalam keadaan cut off sehingga tidak ada arus dari kolektor ke
emitor.
Rumus-rumus transistor:
Spesifikasi :
- Bi-Polar
Transistor
- DC
Current Gain (hFE) is 800 maximum
- Continuous
Collector current (IC) is 100mA
- Emitter
Base Voltage (VBE) is > 0.6V
- Base
Current(IB) is 5mA maximum
Konfigurasi Transistor
Konfigurasi Common Base adalah konfigurasi yang
kaki Basis-nya di-ground-kan dan digunakan bersama untuk INPUT maupun
OUTPUT. Pada Konfigurasi Common Base, sinyal INPUT dimasukan ke
Emitor dan sinyal OUTPUT-nya diambil dari Kolektor, sedangkan kaki
Basis-nya di-ground-kan. Oleh karena itu, Common Base juga sering disebut
dengan istilah “Grounded Base”. Konfigurasi Common Base ini menghasilkan
Penguatan Tegangan antara sinyal INPUT dan sinyal OUTPUT namun tidak
menghasilkan penguatan pada arus.
Konfigurasi Common Collector (CC) atau Kolektor
Bersama memiliki sifat dan fungsi yang berlawan dengan Common Base (Basis
Bersama). Kalau pada Common Base menghasilkan penguatan Tegangan tanpa
memperkuat Arus, maka Common Collector ini memiliki fungsi yang dapat
menghasilkan Penguatan Arus namun tidak menghasilkan penguatan Tegangan.
Pada Konfigurasi Common Collector, Input diumpankan ke Basis Transistor
sedangkan Outputnya diperoleh dari Emitor Transistor sedangkan Kolektor-nya
di-ground-kan dan digunakan bersama untuk INPUT maupun OUTPUT. Konfigurasi
Kolektor bersama (Common Collector) ini sering disebut juga dengan Pengikut
Emitor (Emitter Follower) karena tegangan sinyal Output pada Emitor hampir sama
dengan tegangan Input Basis.
Konfigurasi Common Emitter (CE) atau Emitor
Bersama merupakan Konfigurasi Transistor yang paling sering digunakan, terutama
pada penguat yang membutuhkan penguatan Tegangan dan Arus secara bersamaan. Hal
ini dikarenakan Konfigurasi Transistor dengan Common Emitter ini menghasilkan
penguatan Tegangan dan Arus antara sinyal Input dan sinyal Output. Common
Emitter adalah konfigurasi Transistor dimana kaki Emitor Transistor
di-ground-kan dan dipergunakan bersama untuk INPUT dan OUTPUT. Pada Konfigurasi
Common Emitter ini, sinyal INPUT dimasukan ke Basis dan sinyal OUTPUT-nya
diperoleh dari kaki Kolektor.
- Pemberian
bias pada transistor
1. Fixed Bias
Fixed bias pada transistor BJT adalah metode yang sangat
sederhana di mana tegangan basis transistor ditetapkan oleh sumber tegangan
eksternal melalui sebuah resistor basis (RB). Konfigurasi dasar rangkaian ini
melibatkan tegangan suplai (VCC), resistor kolektor (RC), dan resistor basis
yang terhubung ke sumber tegangan bias (VBB). Kelebihan dari metode ini adalah
kesederhanaannya, namun kelemahannya adalah stabilitas yang rendah. Fixed bias
sangat sensitif terhadap variasi parameter transistor seperti β (gain) dan
perubahan suhu, sehingga titik kerja transistor dapat mudah bergeser.
Gambar Rangkaian Fixed Bias
Rumus Untuk Rangkaian Fixed Bias
2. Self Bias
Self bias meningkatkan stabilitas dengan menambahkan
resistor emitor (RE) yang memberikan umpan balik negatif. Dalam konfigurasi
self bias, tegangan basis diatur melalui resistor basis (RB) dan tegangan pada
emitor yang dikendalikan oleh arus emitor (IE) yang mengalir melalui RE. Ini
membantu menstabilkan arus kolektor (IC) karena perubahan dalam arus kolektor
akan mempengaruhi tegangan emitor dan, pada gilirannya, menyesuaikan tegangan
basis-emitor (VBE). Metode ini menawarkan stabilitas yang lebih baik dibandingkan
fixed bias, tetapi masih relatif sederhana.
Gambar Rangkaian Self Bias
Rumus untuk Rangkaian Self Bias
3. Emitter Bias
Emitter bias menggabungkan pembagi tegangan untuk basis dan
resistor emitor untuk mencapai stabilitas yang lebih tinggi. Konfigurasi ini
melibatkan dua resistor pembagi tegangan (RB1 dan RB2) yang menetapkan tegangan
basis, serta resistor emitor (RE) yang menyediakan umpan balik negatif. Pembagi
tegangan memastikan tegangan basis tetap stabil meskipun ada perubahan dalam
tegangan suplai atau parameter transistor. Sementara itu, resistor emitor
menambah stabilitas termal dengan mengurangi efek perubahan suhu pada arus
kolektor. Emitter bias adalah metode yang sangat stabil dan cocok untuk
aplikasi yang memerlukan titik kerja yang sangat stabil.
Gambar Rangkaian Emitter Bias
Rumus untuk Rangkaian Emitter Bias
4. Voltage Divider
Voltage-divider Bias adalah arus bias didapatkan dari
tegangan di R2 dari hubungan VCC seri dengan R1 dan R2 seperti gambar 61. Untuk
mencari arus IB maka dilakukan perubahan rangkaian dengan memakai metoda
thevenin sehingga menghasilkan rangkaian pengganti seperti gambar 62. dimana,
- Op-Amp
Penguat operasional atau yang dikenal sebagai Op-Amp
merupakan suatu rangkaian terintegrasi atau IC yang memiliki fungsi sebagai
penguat sinyal, dengan beberapa konfigurasi. Secara ideal Op-Amp memiliki
impedansi masukan dan penguatan yang tak berhingga serta impedansi keluaran
sama dengan nol. Dalam prakteknya, Op-Amp memiliki impedansi masukan dan
penguatan yang besar serta impedansi keluaran yang kecil.
Op-Amp memiliki beberapa karakteristik, diantaranya:
a. Penguat tegangan tak berhingga (AV = ∼)
b. Impedansi input tak berhingga (rin = ∼)
c. Impedansi output nol (ro = 0) d. Bandwidth tak berhingga
(BW = ∼)
d. Tegangan offset nol pada tegangan input (Eo = 0 untuk Ein
= 0)
Amplifier Operasional:
Penguat Pembalik:
Istilah berikut digunakan dalam rumus dan persamaan untuk
Penguatan Operasional.
· R f =
Resistor umpan balik
· R in =
Resistor Masukan
· V in =
Tegangan masukan
· V keluar =
Tegangan keluaran
· Av =
Penguatan Tegangan
Penguatan tegangan:
Gain loop dekat dari penguat pembalik diberikan oleh;
Tegangan Keluaran:
Tegangan keluaran tidak sefasa dengan tegangan masukan
sehingga dikenal sebagai penguat pembalik .
Penguat Non-Pembalik:
Istilah yang digunakan untuk rumus dan persamaan Penguat
Non-Pembalik.
· R f =
Resistor umpan balik
· R =
Resistor Tanah
· V masuk =
Tegangan masukan
· V keluar =
Tegangan keluaran
· Av =
Penguatan Tegangan
Keuntungan Penguat:
Gain total penguat non-pembalik adalah;
Tegangan Keluaran:
Tegangan output penguat non-pembalik sefasa dengan tegangan
inputnya dan diberikan oleh;
Unity Gain Amplifier / Buffer / Pengikut Tegangan:
Jika resistor umpan balik dilepas yaitu
R f = 0, penguat non-pembalik akan menjadi pengikut / penyangga
tegangan
Penguat Diferensial:
Istilah yang digunakan untuk rumus Penguat Diferensial.
· R f =
Resistor umpan balik
· R a =
Resistor Input Pembalik
· R b =
Resistor Input Non Pembalik
· R g =
Resistor Ground Non Pembalik
· V a =
Tegangan input pembalik
· V b =
Tegangan Input Non Pembalik
· V keluar =
Tegangan keluaran
· Av =
Penguatan Tegangan
Keluaran Umum:
tegangan keluaran dari rangkaian yang diberikan di atas
adalah;
Keluaran Diferensial Berskala:
Jika resistor R f =
R g & R a = R b ,
maka output akan diskalakan perbedaan dari tegangan input;
Respon karakteristik I-O:
Gambar grafik ini memperlihatkan rangkaian op-amp
dengan kurva karakteristik Input-Output yaitu hubungan Vi terhadap VO. Dari
kurva Karakteristik I-O tersebut amplifier bekerja pada karakteristik yang
membentuk hubungan linear artinya semakin besar Vi maka semakin besar juga VO
dan sebaliknya. Operasi amplifier menghindari output dalam kondisi saturasi
karena akan membuat cacat keluaran outputnya
- Relay
Relay adalah suatu peranti yang bekerja
berdasarkan elektromagnetik untuk menggerakan sejumlah kontaktor yang tersusun
atau sebuah saklar elektronis yang dapat dikendalikan dari rangkaian elektronik
lainnya dengan memanfaatkan arus listrik sebagai sumber energinya. Kontaktor
akan tertutup (menyala) atau terbuka (mati) karena efek induksi magnet yang
dihasilkan kumparan (induktor) ketika dialiri arus listrik. Berbeda dengan
saklar, pergerakan kontaktor (on atau off) dilakukan manual tanpa perlu arus
listrik.
Fungsi-fungsi dan Aplikasi Relay
Beberapa fungsi Relay yang telah umum
diaplikasikan kedalam peralatan Elektronika diantaranya adalah :
1. Relay digunakan untuk menjalankan Fungsi Logika (Logic
Function)
2. Relay digunakan untuk memberikan Fungsi penundaan waktu
(Time Delay Function)
3. Relay digunakan untuk mengendalikan Sirkuit Tegangan
tinggi dengan bantuan dari Signal Tegangan rendah.
4. Ada juga Relay yang berfungsi untuk melindungi Motor
ataupun komponen lainnya dari kelebihan Tegangan ataupun hubung singkat
(Short).
Kapasitas Pengalihan Maksimum:
- Baterai
Baterai (Battery) adalah sebuah alat yang
dapat merubah energi kimia yang disimpannya menjadi energi Listrik yang dapat
digunakan oleh suatu perangkat Elektronik. Hampir semua perangkat elektronik
yang portabel seperti Handphone, Laptop, Senter, ataupun Remote Control
menggunakan Baterai sebagai sumber listriknya. Dengan adanya Baterai, kita
tidak perlu menyambungkan kabel listrik untuk dapat mengaktifkan perangkat
elektronik kita sehingga dapat dengan mudah dibawa kemana-mana. Dalam kehidupan
kita sehari-hari, kita dapat menemui dua jenis Baterai yaitu Baterai yang hanya
dapat dipakai sekali saja (Single Use) dan Baterai yang dapat di isi ulang
(Rechargeable).
Baterai dalam sistem PV mengalami berulang
kali siklus pengisian dan pengosongan selama umur pakainya. Siklus hidup (cycle
life) baterai adalah banyaknya pengisian dan pengosongan hingga kapasitas
baterai turun (melemah) dan tersisa 80% dari kapasitas nominalnya. Pabrik
baterai biasanya mencantumkan siklus hidup pada spesifikasi teknis baterai.
Mencantumkan satu nilai siklus hidup (cycle life) sebenarnya terlalu
menyederhanakan informasi, karena siklus hidup baterai juga tergantung pada suhu
baterai.
Dari grafik di atas, terlihat
pada suhu operasional baterai yang lebih rendah, siklus hidup baterai lebih
lama. Siklus hidup baterai juga tergantung dari DoD, artinya baterai yang
dikosongkan hanya 50% dari kapasitasnya, berumur lebih lama jika dikosongkan
hingga 80%, namun membuat sistem menjadi lebih mahal, karena membutuhkan
kapasitas baterai lebih besar untuk mengakomodasi kebutuhan yang sama.
Jika pada suhu operasional lebih rendah, umur
baterai lebih lama, namun ada efek negatif berkaitan dengan kapasitas
baterai. Pada suhu yang lebih rendah, kapasitas baterai menjadi lebih
rendah. Hal ini disebabkan karena pada suhu yang lebih tinggi, reaksi kimia
yang terjadi pada baterai bergerak lebih aktif/cepat, sehingga kapasitas
baterai cenderung lebih tinggi.
Terkadang, pada suhu yang lebih tinggi,
kapasitas baterai justru dapat lebih besar dari angka nominalnya, meskipun pada
suhu tinggi, elemen baterai terlalu aktif, juga berakibat buruk pada kesehatan
baterai.
- LED
Light Emitting Diode atau sering disingkat
dengan LED adalah komponen elektronika yang dapat memancarkan cahaya
monokromatik ketika diberikan tegangan maju. LED merupakan keluarga Dioda yang
terbuat dari bahan semikonduktor. Warna-warna Cahaya yang dipancarkan oleh LED
tergantung pada jenis bahan semikonduktor yang dipergunakannya. LED juga dapat
memancarkan sinar inframerah yang tidak tampak oleh mata seperti yang sering
kita jumpai pada Remote Control TV ataupun Remote Control perangkat elektronik
lainnya.
Tabel warna dan material LED
- Motor
DC
Motor listrik adalah alat untuk mengubah
energi listrik menjadi energi mekanik. Alat yang berfungsi sebaliknya, mengubah
energi mekanik menjadi energi listrik disebut generator atau dinamo. Motor
listrik dapat ditemukan pada peralatan rumah tangga seperti kipas angin, mesin
cuci, pompa air dan penyedot debu
Motor terdiri atas 2 bagian utama yaitu stator
dan motor. Pada stator terdapat lilitan (winding) atau magnet permanen,
sedangkan rotor adalah bagian yang dialiri dengan sumber arus DC. Arus yang
melalui medan magnet inilah yang menyebabkan rotor dapat berputar. Arah gaya
elektromagnet yang ditimbulkan akibat medan magnet yang dilalui oleh arus dapat
ditentukan dengan menggunakan kaidah tangan kanan.
Keuntungan utama motor DC adalah sebagai
pengendali kecepatan, yang tidak mempengaruhi kualitas pasokan daya. Motor ini
dapat dikendalikan dengan mengatur:
- Tegangan
dinamo : meningkatkan tegangan dinamo akan meningkatkan kecepatan
- Arus
medan : menurunkan arus medan akan meningkatkan kecepatan.
Mekanisme Kerja Motor D
Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor secara umum sama
- Arus
listrik dalam medan magnet akan menimbulkan gaya.
- Jika
kawat yang membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah lingkaran/loop, maka
kedua sisi loop yaitu pada sudut kanan medan magnet akan mendapat gaya
pada arah yang berlawanan.
- Pasangan
gaya menghasilkan torsi untuk memutar kumparan.
- Motor-
motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk memberikan tenaga putar
yang lebih seragam dari medan magnetnya dihasilkan oleh susunan
elektromagnetik yang disebut kumparan medan
Potensiometer
Potensiometer adalah sebuah alat elektronik yang digunakan
untuk mengukur dan mengontrol tegangan listrik dalam suatu rangkaian.
Potensiometer sering digunakan sebagai pengatur volume pada perangkat audio,
pengatur kecerahan lampu, dan dalam berbagai aplikasi lain yang memerlukan
kontrol variabel terhadap tegangan atau arus listrik.
Bagian Utama Potensiometer
- Resistor:
Bagian utama dari potensiometer adalah resistor yang berbentuk linear atau
melingkar.
- Kontak
Geser (Wiper): Sebuah kontak geser yang dapat bergerak sepanjang resistor.
Kontak ini mengubah posisi untuk menghasilkan berbagai nilai
resistansi.
- Tiga
Terminal:
- Terminal pertama
terhubung ke salah satu ujung resistor.
- Terminal kedua
terhubung ke ujung lain dari resistor.
- Terminal ketiga
terhubung ke kontak geser (wiper).
Cara kerja :
Potensiometer bekerja dengan cara mengubah posisi wiper pada
resistor untuk mengatur nilai resistansi antara terminal wiper dan kedua
terminal lainnya. Berikut adalah dua konfigurasi utama:
1. Sebagai Pembagi Tegangan:
Potensiometer dapat digunakan sebagai pembagi tegangan dengan menghubungkan dua
ujung resistor ke sumber tegangan. Tegangan output diambil dari wiper dan salah
satu ujung resistor. Dengan menggeser wiper, tegangan output dapat diatur.
2. Sebagai Variabel Resistor: Dalam
konfigurasi ini, salah satu ujung resistor dan wiper dihubungkan dalam
rangkaian, sementara ujung resistor yang lain tidak digunakan. Nilai resistansi
dapat diubah dengan menggeser wiper.
Jenis Potensiometer :
1. Linear: Mengubah
resistansi secara linear seiring dengan pergerakan wiper.
2. Logaritmik: Mengubah resistansi dalam
skala logaritmik, sering digunakan dalam pengaturan volume audio karena lebih
sesuai dengan respons pendengaran manusia.
- Sensor
MQ2
Sensor MQ2 merupakan sensor penginderaan yang sering
digunakan dibandingkan seri sensor MQ2 lainnya. Sensor ini menggunakan prinsip
deteksi resistansi gas. Ketika sensor terpapar gas yang spesifik, resistansi
internalnya berubah, dan perubahan ini diubah menjadi sinyal listrik yang dapat
diukur.
MQ2 merupakan sensor yang berkerja menggunakan panas. Oleh
karena itu dilapisi dengan dua bahan jaring bahan tahan karat halus atau
disebut ‘jaringan anti ledakan’. Ini dilakukan supaya tidak terjadi ledakan
karena sensor sensitif terhadap zat gas yang dapat memicu ledakan.
Fungsi lain sebagai pelindung sensor didalamnya dan
menyaring partikel yang teruspensi, sehingga hanya elemen gas yang dapat
melewati lubang-lubang halus. Clamp ring sebagai penjepit berlapis tembaga
untuk mengamankan jaring.
Sensor MQ2 mempunyai enam kaki dan elemen sensing
semikonduktor didalamnya. Dua kaki H berfungsi untuk memanaskan elemen
penginderaan serta terhubung bersama oleh kumparan nikel-kromium.
Empat kaki lainya pembawa sinyal yakni A untuk sinyal
digital dan B untuk sinyal analog, A dan B dihubungkan dengan kabel platinum.
Kabel-kabel ini terhubung ke badan elemen penginderaan dan menyampaikan arus
yang mengalir melalui elemen penginderaan.
Tubulat sensing penginderaan terbuat dari keramik berbahan
dasar Aluminium Oxide (AL2O3) dengan lapisan Timah dioksida (SnO2). Bahan Timah
Diosida yang paling penting karena bahannya yang sensitif terhadap gas yang
berbahaya. Substrat keramik, yang akan memastikan area sensor dalam keadaan
panas hingga mencapai suhu kerja.
Cara kerja
Sensor MQ2 adalah sensor gas semikonduktor yang mengandalkan
perubahaan resistansi untuk mendeteksi keberadaan gas. Ketika diberikan
tegangan, pemanas akan memanaskan bahan sensitif gas hingga suhu tertentu, lalu
oksigen terangkat ke permukaan.
Sketika sensor berada pada udara yang bersih, hambatan pada
elemenn sensititf gas akan relatif rendah. Sedangkan, snsor berada pada gas
pereduksi, gas akan diadsorpsi oleh elemen sensitif, menyebabkan resistansi
yang proposional terhadap konsentrasi gas tersebut. Perubahaan ini yang akan
dikonversi konsentrasi gas menjadi sinyal analog atau sinyal digital yang dapat
diolah oleh mikrokontroler.
Simbol MQ2 sensor di proteus:
Grafik respon sensor :
-
Sensor PIR
Sensor ini biasanya digunakan dalam perancangan detektor
gerakan berbasis PIR. Karena semua benda memancarkan energi radiasi, sebuah
gerakan akan terdeteksi ketika sumber infra merah dengan suhu tertentu (misal:
manusia) melewati sumber infra merah yang lain dengan suhu yang berbeda (misal:
dinding), maka sensor akan membandingkan pancaran infra merah yang diterima
setiap satuan waktu, sehingga jika ada pergerakan maka akan terjadi perubahan
pembacaan pada sensor.
Simbol PIR sensor di proteus:
Sensor PIR terdiri dari beberapa bagian yaitu:
a) Lensa Fresnel
Lensa Fresnel pertama kali digunakan pada tahun 1980an.
Digunakan sebagai lensa yang memfokuskan sinar pada lampu mercusuar. Penggunaan
paling luas pada lensa Fresnel adalah pada lampu depan mobil, di mana mereka
membiarkan berkas parallel secara kasar dari pemantul parabola dibentuk untuk
memenuhi persyaratan pola sorotan utama. Namun kini, lensa Fresnel pada mobil
telah ditiadakan diganti dengan lensa plain polikarbonat. Lensa Fresnel juga
berguna dalam pembuatan film, tidak hanya karena kemampuannya untuk memfokuskan
sinar terang, tetapi juga karena intensitas cahaya yang relative konstan
diseluruh lebar berkas cahaya.
b) IR Filter
IR Filter dimodul sensor PIR ini mampu menyaring panjang
gelombang sinar infrared pasif antara 8 sampai 14 mikrometer, sehingga panjang
gelombang yang dihasilkan dari tubuh manusia yang berkisar antara 9 sampai 10
mikrometer ini saja yang dapat dideteksi oleh sensor. Sehingga Sensor PIR hanya
bereaksi pada tubuh manusia saja.
c) Pyroelectric Sensor
Seperti tubuh manusia yang memiliki suhu tubuh kira-kira
32˚C, yang merupakan suhu panas yang khas yang terdapat pada lingkungan.
Pancaran sinar inframerah inilah yang kemudian ditangkap oleh Pyroelectric
sensor yang merupakan inti dari sensor PIR ini sehingga menyebabkan Pyroelectic
sensor yang terdiri dari galium nitrida, caesium nitrat dan litium tantalate
menghasilkan arus listrik. Mengapa bisa menghasilkan arus listrik? Karena
pancaran sinar inframerah pasif ini membawa energi panas. Material pyroelectric
bereaksi menghasilkan arus listrik karena adanya energi panas yang dibawa oleh
infrared pasif tersebut. Prosesnya hampir sama seperti arus listrik yang
terbentuk ketika sinar matahari mengenai solar cell.
d) Amplifier
Sebuah sirkuit amplifier yang ada menguatkan arus yang masuk
pada material pyroelectric.
e) Komparator
Setelah dikuatkan oleh amplifier kemudian arus dibandingkan
oleh komparator sehingga mengahasilkan output.
Simulasi Gif kasar berikut menunjukkan bagaimana sensor PIR
merespons manusia yang bergerak dan mengembangkan beberapa pulsa pendek dan
tajam di seluruh output lead-nya untuk pemrosesan yang diperlukan atau memicu
tahap relay yang dikonfigurasi dengan tepat
-
Touch Sensor
Sensor Sentuh adalah sensor elektronik yang
dapat mendeteksi sentuhan. Sensor Sentuh ini pada dasarnya beroperasi
sebagai sakelar apabila disentuh, seperti sakelar pada lampu, layar sentuh
ponsel dan lain sebagainya. Tubuh manusia memiliki Panca Indera yang
berfungsi untuk berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya. Konsep yang sama
juga diterapkan pada mesin atau perangkat elektronik/listrik agar dapat
melakukan interaksi dengan lingkungan disekitarnya. Oleh karena itu, berbagai
jenis sensor pun diciptakan untuk melakukan tugas tersebut. Salah satu sensor
tersebut adalah Sensor Sentuh atau Touch Sensor.
Berdasarkan fungsinya, Sensor Sentuh dapat dibedakan menjadi
dua jenis utama yaitu Sensor Kapasitif dan Sensor Resistif. Sensor Kapasitif
atau Capacitive Sensor bekerja dengan mengukur kapasitansi sedangkan sensor
Resistif bekerja dengan mengukur tekanan yang diberikan pada permukaannya.
Simbol touch sensor di proteus:
Sensor Kapasitif
- Sensor
sentuh Kapasitif merupakan sensor sentuh yang sangat populer pada saat
ini, hal ini dikarenakan Sensor Kapasitif lebih kuat, tahan lama dan mudah
digunakan serta harga yang relatif lebih murah dari sensor resistif.
Ponsel-ponsel pintar saat ini telah banyak yang menggunakan teknologi ini
karena juga menghasilkan respon yang lebih akurat.
Berbeda dengan Sensor Resistif yang menggunakan tekanan
tertentu untuk merasakan perubahan pada permukaan layar, Sensor Kapasitif
memanfaatkan sifat konduktif alami pada tubuh manusia untuk mendeteksi
perubahan layar sentuhnya. Layar sentuh sensor kapasitif ini terbuat dari bahan
konduktif (biasanya Indium Tin Oxide atau disingkat dengan
ITO) yang dilapisi oleh kaca tipis dan hanya bisa disentuh oleh jari manusia
atau stylus khusus ataupun sarung khusus yang memiliki sifat konduktif.
Pada saat jari menyentuh layar, akan terjadi perubahaan
medan listrik pada layar sentuh tersebut dan kemudian di respon oleh processor
untuk membaca pergerakan jari tangan tersebut. Jadi perlu diperhatikan bahwa
sentuhan kita tidak akan di respon oleh layar sensor kapasitif ini apabila kita
menggunakan bahan-bahan non-konduktif sebagai perantara jari tangan dan layar
sentuh tersebut.
Sensor Resistif
- Tidak
seperti sensor sentuh kapasitif, sensor sentuh resistif ini tidak
tergantung pada sifat listrik yang terjadi pada konduktivitas pelat logam.
Sensor Resistif bekerja dengan mengukur tekanan yang diberikan pada
permukaannya. Karena tidak perlu mengukur perbedaan kapasitansi, sensor
sentuh resistif ini dapat beroperasi pada bahan non-konduktif seperti
pena, stylus atau jari di dalam sarung tangan.
Sensor sentuh resistif terdiri dari dua lapisan konduktif
yang dipisahkan oleh jarak atau celah yang sangat kecil. Dua lapisan konduktif
(lapisan atas dan lapisan bawah) ini pada dasarnya terbuat dari sebuah film.
Film-film umumnya dilapisi oleh Indium Tin Oxide yang merupakan konduktor
listrik yang baik dan juga transparan (bening).
Cara kerjanya hampir sama dengan sebuah sakelar, pada saat
film lapisan atas mendapatkan tekanan tertentu baik dengan jari maupun stylus,
maka film lapisan atas akan bersentuhan dengan film lapisan bawah sehingga
menimbulkan aliran listrik pada titik koordinat tertentu layar tersebut dan
memberikan signal ke prosesor untuk melakukan proses selanjutnya.
Grafik Respon Sensor Touch
Dapat dilihat bahwa
pada grafik di atas saat sentuhan terdeteksi maka signal touch akan muncul.
4. Sensor Suara
Simbol sound detector di proteus:
Sensor suara adalah sensor yang mampu mengubah besaran suara
menjadi besaran listrik. Komponen yang terdapat di dalam sensor ini adalah
electric condenser microphone atau mic kondenser.. Mic adalah komponen
elektronika dimana cara kerjanya yaitu membran yang digetarkan oleh gelombang
suara akan menghasilkan sinyal listrik.
Microphone dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis
dasar termasuk dinamis, elektrostatik dan piezoelektrik menurut sistem konversi
mereka. Mikrofon dinamis masih memiliki tuntutan besar terutama di dunia musik,
sementara mikrofon piezoelektrik secara luas digunakan terutama untuk mikrofon
untuk meter rendah tingkat frekuensi suara. Mikrofon dinamis masih memiliki
tuntutan besar terutama di dunia musik, sementara mikrofon piezoelektrik
Digunakan secara luas terutama untuk mikrofon untuk meter rendah tingkat
frekuensi suara. Untuk pengukuran, tipe elektrostatik (kondensor) mikrofon yang
paling populer karena mereka dapat dirampingkan, memiliki respon frekuensi rata
selama rentang frekuensi yang luas, dan menyediakan nyata stabilitas yang
tinggi dibandingkan dengan jenis lain mikrofon.
Detektor Suara memiliki 3 output terpisah. Paling mudah
untuk melihat apa yang dilakukan masing-masing dengan grafik. Berikut ini
menggambarkan bagaimana detektor suara merespons serangkaian pulsa suara.
Ini menunjukkan tegangan output dari waktu ke waktu
- Jejak
hijau tua adalah output audio dari detektor suara. Tegangan audio langsung
dari mikrofon ditemukan pada output ini.
- Jejak
hijau muda adalah keluaran amplop. Tegangan analog ini melacak amplitudo
suara. Yang menarik, perhatikan bahwa denyut nadi ketiga terasa lebih
keras saat berjalan.
- Akhirnya,
garis merah adalah output gerbang. Output ini rendah ketika kondisi tenang
dan menjadi tinggi ketika suara terdeteksi.
5. Sensor Jarak GP2D12
Penggunaan sensor GP2D12 ini tidak ada perlakuan khusus
dalam proses pembacaannya, sehingga apabila ada mikrokontroler yang sudah
terdapat ADC (Seperti Atmega8535) di dalam maka sensor jarak ini tinggal
dihubungkan dan dibaca tegangan keluarannya. ATmega8535 merupakan salah satu
jenis dari mikrokontroler AVR buatan ATMEL yang mempunyai 8 channel ADC (Analog
to Digital Converter) dengan resolusi 10bit. Maksudnya adalah
mikrokontroler ini mampu untuk diberi masukan tegangan analog sampai 8 saluran
secara bersamaan dengan ketelitian sampai 10 bit, sehingga pemakaian
sensor jarak GP2D12 pada mikrokontroler ini maksimal adalah 8 buah.
Adapun prinsip kerja sensor sharp GP2D12 ini menggunakan
prinsip pantulan sinar infra merah. Dalam aplikasi ini nilai tegangan keluran
dari sensor yang berbanding terbalik dengan hasil pembacaan jarak dikomparasi
dengan tegangan referensi komparator. Prinsip kerja dari rangkaian komparator
sensor sharp GP2D12 adalah jika sensor mengeluarkan tegangan melebihi
tegangan referensi, maka keluaran dari komparator akan berlogika rendah.
Jika tegangan referensi lebih besar dari tegangan sensor maka keluaran
dari komparator akan berlogika tinggi. Selain menggunakan komparator,
untuk mengakases sensor jarak sharp GP2D12 dapat dengan menggunakan
prinsip ADC, atau dengan kata lain mengolah sinyal analog dari pembacaan
sensor sharp GP2D12 ke bentuk digital dengan bantuan pemrograman.
GP2D12 (Infrared Range Detector) adalah sensor jarak yang
berbasikan infra red, sensor ini dapat mendeteksi obyek dengan jarak 8
sampai 80 cm. Output dari GP2D12 adalah berupa tegangan analog. Agar
GP2D12 dapat berhubungan dengan mikrokontroller di perlukan ADC ( Analog
to Digital conventer ) yang berfungsi untuk mengkonversi output dari
GP2D12 yang berupa analog menjadi digital.
Grafik respon sensor GP2D12:
5. Percobaan [kembali]
Prosedur
- Siapkan
alat dan bahan yang akan digunakan di library proteus
- Susunlah
alat dan bahan tersebut seperti gambar di bawah ini
- Resistor
yang digunakan ada diberi hambatan 10,100,10k,80k
- Baterai
yang digunakan diberi tegangan yaitu 12V.
- Power
yang digunakan diberi tegangan yaitu 5V,15V dan 7V.
- Relay
yang digunakan diberi tegangan 5V.
- Setelah
semua komponen terangkai, maka cobalah untuk menjalankannya.
- Jalankan
sensor Pir , Sound ,LM35,GP12D12,Touch sensor ,LM35 dengan menekan
logicstate yaitu mengubah dari angka nol menjadi satu.
- Jika
rangkaian benar, maka sensor akan bekerja sehinggamotor pun
bergerak.
- Jika
logicstatenya tidak dijalankan atau berlogika 0 maka motor tidak akan
bergerak, led tidak menyala, dan buzzer tidak berbunyi.
b. Rangkaian Simulasi dan Prinsip kerja
Sensor pir dan sound detector
Ketika ada orang masuk ke toilet, sensor
pir akan mendeteksi orang yang masuk ditandai dengan testpin yang berlogika 1,
hal ini akan membuat adanya tegangan keluaran dari pir sensor ini yang akan
menjadi Vinput pada op amp. Op amp yang digunakan adalah voltage follower
(Acl=1) sehingga Vout=Vin. Karena adanya tegangan output, maka akan ada arus
yang mengalir ke R1 lalu mengalir ke kaki basis, mengalir ke kaki emitter dan
ke ground. kerena merupakan transistor dengan pembiasan emitter stablizied maka
akan ada arus yang mengalir melalui power supply 6V, melewati tahanan R21,
mengalir ke kaki basis, ke kaki emitter dan ke ground. Ketika Vbe sudah
berada diatas 0.7V, berarti transistor berada pada daerah aktif, dan karena ada
arus pada kaki basis, maka akan ada arus kolektor yang mengalir melalui power
supply 6V, melewati tahanan R2, melewati relay, mengalir ke kaki kolektor, ke
kaki emitter dan ke ground.
Ketika ada arus yang mengalir melalui
relay yang berupa kumparan, maka akan muncul medan magnet yang akan menarik
switch ke kiri dan membuat rangkaian di sebelah kanan terhubung. Karena
rangkaian terhubung, maka akan ada arus yang mengalir melalui baterai 12V dan
mengalir melewati buzzer, sehingga buzzer akan berbunyi.
Ketika ada suara dari buzzer, sound
sensor akan mendeteksi suara ditandai dengan testpin yang berlogika 1, hal ini
akan membuat adanya tegangan keluaran dari pir sensor ini yang akan menjadi
Vinput pada op amp. Op amp yang digunakan adalah differential amplifier, dimana
Vo didapatkan dari: Vo non inv amp - Vo inv amp. Karena adanya tegangan output,
maka akan ada arus yang mengalir ke R4 lalu mengalir ke kaki basis, mengalir ke
kaki emitter dan ke ground. kerena merupakan transistor dengan pembiasan fixed
bias maka akan ada arus yang mengalir melalui power supply 5V, melewati tahanan
R18, mengalir ke kaki basis, ke kaki emitter dan ke ground. Ketika Vbe
sudah berada diatas 0.7V, berarti transistor berada pada daerah aktif, dan
karena ada arus pada kaki basis, maka akan ada arus kolektor yang mengalir
melalui tegangan 5V, melewati tahanan R6, melewati relay, mengalir ke kaki
kolektor, ke kaki emitter dan ke ground.
Ketika ada arus yang mengalir melalui
relay yang berupa kumparan, maka akan muncul medan magnet yang akan menarik
switch ke kiri dan membuat rangkaian di sebelah kanan terhubung. Karena
rangkaian terhubung, maka akan ada arus yang mengalir melalui baterai 12V dan
terbagi melewati buzzer, dan melewati led, serta melewati motor dan ruangan
akan blur sebagai indikator ada orang yang masuk ke dalam toilet.
Touch sensor
Ketika ada suara sentuhan, touch sensor
akan mendeteksi sentuhan tersebut ditandai dengan testpin yang berlogika 1, hal
ini akan membuat adanya tegangan keluaran dari touch sensor ini yang akan
menjadi Vinput pada op amp. Op amp yang digunakan adalah non inverting
amplifier, dimana Vo didapatkan dari: Vo=[(Rf/Rin)+1]xVi. Karena adanya
tegangan output, maka akan ada arus yang mengalir ke RB lalu mengalir ke kaki
basis, mengalir ke kaki emitter, melewati tahanan RE dan ke ground. disini
digunakan transistor dengan pembiasan self bias, ketika Vbe sudah berada diatas
0.7V, berarti transistor berada pada daerah aktif, dan karena ada arus pada
kaki basis, maka akan ada arus kolektor yang mengalir melalui tegangan 10V,
melewati relay, mengalir ke kaki kolektor, ke kaki emitter, mengalir melewati
tahanan RE dan ke ground.
Ketika ada arus yang mengalir melalui
relay yang berupa kumparan, maka akan muncul medan magnet yang akan menarik
switch ke kiri dan membuat rangkaian di sebelah kanan terhubung. Karena
rangkaian terhubung, maka akan ada arus yang mengalir melalui baterai 12V,
terbagi melewati tahanan R11 dan led, serta melewati motor sehingga led akan
menyala dan motor akan berputar yang akan mengeluarkan air dari kran.
Sensor gas MQ
Ketika ada gas metana, sensor gas akan
mendeteksi gas tersebut ditandai dengan testpin yang berlogika 1, hal ini akan
membuat adanya tegangan keluaran dari sensor ini yang akan menjadi Vinput pada
op amp. Op amp yang digunakan adalah differential amplifier, dimana Vo
didapatkan dari: Vo non inv amp - Vo inv amp. Karena adanya tegangan output,
maka akan ada arus yang mengalir ke R29, lalu arus akan terbagi, ada yang
mengalir melalui tahanan R19 dan ke ground. serta akan ada arus yang
mengalir ke kaki basis, mengalir ke kaki emitter, melewati tahanan R16 dan ke
ground. kerena merupakan transistor dengan pembiasan voltage divider bias maka
akan ada arus yang mengalir melalui power supply 5V, melewati tahanan R17,
laluu arus akan terbagi, akan ada arus yang mengalir ke R29, lalu arus
akan terbagi, ada yang mengalir melalui tahanan R19 dan ke ground. serta akan
ada arus yang mengalir ke kaki basis, mengalir ke kaki emitter, melewati
tahanan R16 dan ke ground. ketika Vbe sudah berada diatas 0.7V, berarti transistor
berada pada daerah aktif, dan karena ada arus pada kaki basis, maka akan ada
arus kolektor yang mengalir melalui tegangan 5V, melewati relay, mengalir ke
kaki kolektor, ke kaki emitter, mengalir melewati tahanan R16 dan ke ground.
Ketika ada arus yang mengalir melalui
relay yang berupa kumparan, maka akan muncul medan magnet yang akan menarik
switch ke kiri dan membuat rangkaian di sebelah kanan terhubung. Karena
rangkaian terhubung, maka akan ada arus yang mengalir melalui baterai 5V dan
mengalir melewati motor dan led, sehingga motor akan berjalan dan led akan
menyala.
Sensor Jarak
Ketika ada tangan mendekati wastafel
dengan Jarak kurang dari 17 cm, sensor jarak akan mendeteksi tangan tersebut,
hal ini akan membuat adanya tegangan keluaran dari sensor jarak ini, dimana
potensiometer diatur pada 30%, tegangan keluaran ini yang akan menjadi Vinput
pada op amp. Op amp yang digunakan adalah detektor non inverting dengan Vref
tidak nol, dimana Vo sama dengan +- saturasi, didapatkan dari: Vo=Aol(Vi-Vref).
Karena adanya tegangan output, maka akan ada arus yang mengalir melalui tahanan
R12 lalu mengalir ke kaki basis, mengalir ke kaki emitter dan ke ground. kerena
merupakan transistor dengan pembiasan fixed bias maka akan ada arus yang
mengalir melalui power supply 5V, melewati tahanan R15, mengalir ke kaki basis,
ke kaki emitter dan ke ground. Ketika Vbe sudah berada diatas 0.7V,
berarti transistor berada pada daerah aktif, dan karena ada arus pada kaki
basis, maka akan ada arus kolektor yang mengalir melalui tegangan 5V, melewati
tahanan R13, melewati relay, mengalir ke kaki kolektor, ke kaki emitter dan ke
ground.
Ketika ada arus yang mengalir melalui
relay yang berupa kumparan, maka akan muncul medan magnet yang akan menarik
switch ke kiri dan membuat rangkaian di sebelah kanan terhubung. Karena
rangkaian terhubung, maka akan ada arus yang mengalir melalui baterai 12V,
terbagi melewati tahanan R14 dan led, serta melewati motor sehingga led akan
menyala dan motor akan berputar yang akan mengeluarkan air dari kran.
6. Download File [kembali]
Download File Rangkaian disini
Download File PIR Sensor Library klik
disini
Download File Sound Sensor Library klik
disini
Download File Touch Sensor Library klik
disini
Download File Gas Sensor Library klik
disini
Download Datasheet Baterai klik
disini
Download Datasheet Dioda klik
disini
Download Datasheet Relay klik
disini
Download Datasheet Lampu klik
disini
Download Datasheet Motor klik
disini
Download Datasheet Potensiometer klik
disini
Download Datasheet Op Amp 741 klik
disini
Download Tambahan Datasheet op amp klik
disini
Download Datasheet Resistor klik
disini
Download Datasheet Transistor 2N2222 klik
disini
Download Tambahan Datasheet Transistor 2N2222 klik
disini
Download Datasheet Sensor PIR klik
disini
Download Datasheet Sensor Touch klik
disini
Download Datasheet Sensor Suara klik
disini
Download Datasheet Sensor Gas klik
disini
Download Datasheet Sensor Jarak klik
disini
Komentar
Posting Komentar