1. Jurnal [Kembali]

JURNAL PRATIKUM

OSILOSCOPE DAN PENGUKURAN DAYA

Nama : Habil Alfarash

NIM : 2510952022

Tanggal Pratikum : 31 Maret 2026

Asisten : M Alfareldo Boyke

                Arina Putri Widiastuti


1.Mengamati dan mengukur tegangan searah dan tegangan bolak balik

Tegangan DC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

240 mV

-

-

Tegangan AC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

4,24 mV

1 ms

1kHz


2.Membandingkan Frekuensi



 

Jenis Gelombang

 

Frekuensi Osiloscope

 

Frekuensi Generator Fungsi

Sinusoidal

1,005 kHz

1 kHz

Gigi gergaji

0,994 kHz

1 kHz

Pulsa (Kotak)

1 kHz

1 kHz


Gambar Gelombang Sinusoidal




Gambar Gelombang Gergaji




Gambar Gelombang Kotak

3.Membandingkan frekuensi dengan gelombang Lissajous


Perbandingan Frekuensi

Frekuensi Generator A

(fy)

Frekuensi Generator B

(fx)

Gambar Lissajous

1 : 1

1 kHz

1 kHz

1 : 2

1kHz

2 kHz

2 : 1

2 kHz

1 kHz

1 : 3

1 kHz

3 kHz

3 : 1

3 kHz

1 kHz

2 : 3

2 kHz

3 kHz

3 : 2

3 kHz

2 kHz

 

4.Pengukuran Daya Beban Lampu Seri

 

Beban

 

Daya Terukur (Watt)

 

V total

 

I total

 

Daya Terhitung (Watt)

1 Lampu

0,3009

0,25

0,2

0,05

2 Lampu

0,8807

0,8

0,2

0,16

3 Lampu

1,3288

0,3

0,2

0,06



5.Pengukuran Daya Beban Lampu Paralel


Beban

 

Daya Terukur (Watt)

 

V total

 

I total

 

Daya Terhitung (Watt)

1 Lampu

0,5629

1,8

0,29

0,552

2 Lampu

1,0782

1,8

0,24

0,432

3 Lampu

1,5579

1,8

0,29

0,552



2. Prinsip Kerja [Kembali]

1. Kalibrasi oscilloscope

a. Hidupkan oscilloscope dan tunggu beberapa saat sampai pada layar akan muncul

berkas elektron

b. Atur posisi sinyal pada layar sehingga terletak di tengah-tengah

c. Hubungkan input kanal A dengan terminal kalibrasi yang ada pada

oscilloscope

d. Amati bentuk gelombang dan tinggi amplitudonya.


2. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik

Susun rangkaian seperti gambar berikut




* Tegangan Searah

a. Atur output power supply sebesar 4 Volt

b. Hubungkan input kanal B oscilloscope dengan output power supply

c. Atur saklar oscilloscope pada DC, bacalah dan amati berapa tegangan

yang diukur oleh oscilloscope

* Tegangan Bolak Balik

a. Atur generator sinyal pada frekuensi 1 kHz gelombang sinusoidal,

dengan besar tegangan 4 Vp-p

b. Kemudian ukur dan amati tegangan ini dengan oscilloscope


3. Mengukur dan Mengamati Frequency

a. Susun rangkaian seperti gambar berikut



b. Hubungkan output dari function generator dengan input kanal

A oscilloscope. Saklar fungsi dari function generator pada posisi

sinusoidal

c. Amati bentuk gelombang yang muncul pada layar, kemudian ukurlah

frekuensinya. Catat penunjukan frekuensi dari function generator

d. Bandingkan hasil pengukuran frekuensi dengan oscilloscope dengan

frekuensi yang ditunjukan oleh function generator

e. Ulangi langkah b dan c untuk gelombang gigi gergaji (segitiga) dan

gelombang pulsa


4. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous

a. Susun rangkaian seperti gambar berikut



b. Atur selektor time base oscilloscope pada posisi XY dan saklar pemilih

kanal pada posisi A dan sinkronisasi pada posisi B

c. Hubungkan sinyal dengan frekuensi yang tidak diketahui pada input A dan

sinyal dengan frekuensi yang dapat dibaca pada input B

d. Atur frekuensisinyal pada kanal A,sehingga diperoleh gambarsepertisalah

satu dari gambar 2.1. Kemudian amati berapa perbandingan frekuensinya.

Bacalah penunjukan frekuensi generator

e. Ulangi langkah b dan c untuk frekuensi yang lain dan catat hasilnya dalam

bentuk gambar gelombang Lissajous

f. Atur perbandingan X:Y pada 1:1, 1:2, 1:3, 2:1, 2:3, 3:1, 3:2


5. Mengukur Daya Satu Fasa





a. Buat rangkaian seperti Gambar diatas dengan sumber AC dan beban 25 watt

b. Ukur daya yang terbaca pada wattmeter

c. Ulangi untuk beban yang berbeda-beda sesuai dengan Tabel

d. Catat penunjukan dari wattmeter

3. Video Percobaan [Kembali]

Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik


Membandingkan  frekuensi dengan cara Lissajous


Mengukur Daya Pada Lampu





4. Analisa[Kembali]

1).Mengapa perlu dilakukan nya Kalibrasi sebelum Digunakan?
Jawab : Diperlukan kalibrasi sebelum melakukan percobaan agar saat percobaan kita bisa memastikan nilai yang akurat dari percobaanya. juga bisa untuk : 
-Mengurangi kesalahan dari pengukurannya
-Dapat menentukan skala Tegangan ( Y ) dan skala Waktu ( X ) agar tampilan sinyal nya sesuai

2).Jelaskan perbedaan Tegangan AC  dan DC pada osiloskop berdasrkan ferkuensi,amplitude, dan perioda?
Jawab : 
Tegangan DC : -amplitudo : konstan terhadap waktu
                           -frekuensi : tidak  punya
                            - Perioda : tidak ada karena tak berosilasi
Tengangan AC : -Amplitudo : Berubah ubah secara periodik
                            -Frekuensi : Punya nilai frekuensinya
                            -Perioda : lama untuk 1 siklus gelombang penuh

3).Jelaskan bentuk gelombang  berdasarkan bentuk generator fungsi dan frekuensi?
Jawab : 
a).Berdasarkan generator fungsi
1.gelombang kotak 
-bentuknya nya itu naik turun dari yang tertinggi sampai yang terendah
-digunakan pada suatu rangkaian digital
-membentuk pola persegi
-siklus kerja 50 %
-aplikasi : rangkaian digital ,pewaktu,inverter

2.gelombang sinusoidal
-berbentuk fungsi sinus atau kosinus berayun dari positif ke negatif
-digunakan pada listrik AC PLN ,komunikasi nirkabel
-aplikasi : sistem audio ,pembangkit listrik

3.gelombang gergaji
-tegangan naik secara linear dari minimum ke maksimum
-aplikasi : radar dan sinyal pada televisi

4.gelombang segitiga
-bentuknya seperti segitiga naik turun
-tegangan berubah bentuk linear
-dipakai pada sistem osilator

5.gelombang pulsa
-mirip gelombnag kotak tapi dengan siklus yang bervariasi

b.berdasarkan frekuensi
-frekuensi rendah : 0-25 Hz (sistem radar awal)
-frekuensi medium : 20 - 1 MHz (komunikasi radio)
-frekuensi tinggi : 1 MHz - 300 GHz (dalam bidang telekomunikasi)
-frekuensi ulra tinggi : + 300 GHz (pada satelit ,WIFI)

4).Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu seri?
jawab : 
nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung saat melakukan pengukuran itu tak sama.Hal ini disebabkan karena ada daya yang loss pada rangkaian p= V I 

5).Bandingkan  nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu paralel?
jawab : 
pada percobaan ini perbandingan daya terukur dan daya terhitung juga tidak sama.hal ini juga disebabkan karena ada daya yang loss saat percobaan

5. Download File[Kembali]

Donwload scan laporan disini

Donwload Vidio Mengamati tegangan searah dan bolak balik disini

Donwload vidio membandingkan frekuensi gelombang lissajous disini

Donwload vidio mengukur daya pada lampu disini


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Karena Telat